ORANG TUAMU, MENITI JALAN KE SURGA - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

ORANG TUAMU, MENITI JALAN KE SURGA

||| ORANG TUA-MU, MENITI JALAN KE SURGA |||
~ muhasabah & do'a ~
Saudaraku,
Mari sejenak kita bermuhasabah dan berdo'a, semoga tulisan yang sangat sederhana ini akan menjadi asbab turunnya HIDAYAH dan bertambahnya ketaatan serta ketaqwaan kita kpd Alloh Subhanahu Wata'ala.
ORANG TUAMU, MENITI JALAN KE SURGA

Yaa Alloh...
Hanya Engkaulah dzat yang maha Pengampunan dan maha Penyayang...
"Ampunilah kami dan orang tua kami serta sayangilah keduanya seperti mereka menyayangi kami diwaktu kecil".
Saudaraku,
Meskipun diantara kita belum tentu semuanya sudah menjadi ORANG TUA namun pastilah bahwa kita semua adalah seorang ANAK.
Islam telah mewajibkan kita utk menghormati dan berbakti kpd ORANG TUA, karena apabila orang tua kita Ridho kpd kita, niscaya Alloh SWT-pun akan meridhoi kita.
Maka taatilah mereka dengan sepenuh hatimu selama mereka tidak menyuruh kita ke dalam jalan ke-Syirikan...
Saudaraku...
Mari sejenak merenung bertafakur kpd Alloh Subhanahu Wata'ala, dzat yg maha Menghidupkan dan Merawat IBU BAPAK kita, tundukan kepala dan tengadahkanlah mata hati, sebisa mungkin kita khusu' dalam kerendahan hati untuk "mengenang jasa-jasa IBU dan BAPAK kita, yang sudah barang tentu keberadaan mereka berdua sangat-sangatlah berarti dalam kehidupan kita:
KETIKA IBU MENGANDUNG KITA...
9 bulan lebih IBU mengandung kita, berjalan berat, berdiri sulit, tidur sakit, duduk tersiksa, kepala pusing, mulut muntah...
Disaat IBU mengandung kita "penderitaan demi penderitaan" baik fisik dan psikis datang silih berganti di waktu siang apalagi di malam hari, namun IBU kita ikhlas menjalaninya dgn perasaan senang, beliau selalu berdoa dan berharap agar bayi yang akan dilahirkannya nanti akan sehat dan tanpa cacat sedikitpun...
Kemudian BAPAK kita pun selalu setia mendampingi IBU disetiap saat, beliau sering "menyapa kita" dengan jari jemarinya "mengelus-ngelus lembut perut IBU", dan tak henti-hentinya mencium perut IBU sambil bermunajat kepada Alloh, agar kita besok lahir dan tumbuh besar bisa menjadi anak yg sholeh/sholehah.
KETIKA IBU MELAHIRKAN KITA...
Di detik- detik IBU akan melahirkan kita...
Beliau bermandi keringat bersimbah darah...
Tangan mengepal giginya menggigit...
Menahan rasa sakit yg sangat luar biasa...
Mempertaruhkan raga bahkan nyawanya...
Perjuangan antara hidup dan mati... agar kita dpt terlahir: "hidup dan tanpa cacat sedikitpun".
Sungguh tdk ada kata-kata akurat yang bisa menggambarkan "rasa sakit yang sesungguhnya" yg dialami IBU saat melahirkan kita...
Namun tiba-tiba PENDERITAAN itupun "sepertinya hilang" di gantikan dgn senyuman, ketika IBU mendengar TANGISAN kita yg "masih merah", baru terlahir ke alam dunia...
IBU & BAPAK kita sangat bahagia ketika pertama-tama memandang wajah kita... sambil menghitung "ke-komplitan" akan jumlah jari-jari kita, memperhatikan mata, hidung, mulut, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh kita dan diperiksanya satu per satu anggota tubuh kita sambil sesekali mengucap... Alhamdulillah yaa Alloh yaa Robb...
KETIKA KITA BAYI & REMAJA...
Disaat kita sedang tidur, IBU selalu membelai-belai wajah kita...
IBU kita terlihat sangat tdk rela jika ada 1 ekor nyamuk saja mengigit kita...
Tak jarang IBU tidak tidur sampai larut malam bahkan hingga pagi hari... menunggui kita yang sedang tidur sambil sesekali mencium kening dan rambut kita...
Yaa Alloh... yaa Robb
Begitu sabarnya IBU kita...
Kita pipis, kita ee... yang tak pernah mengenal tempat dan waktu, namun beliau tetap tersenyum sambil ikhlas membersihkan kotoran2 kita... Masya Alloh...
Terlebih jika kita sakit... IBU dan BAPAK bergegas ikhtiar agar kita segera mendapatkan perawatan terbaik... obat dan dokter terbaik.... yaa Alloh yaa Robb...
Mereka sangat sabar saat menyuapi kita makan sambil kotor belepotan oleh sisa makanan...
Mereka dgn lembut selalu menjawab "ocehan-ocehan cedal" kita...
IBU BAPAK kita selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan lucu dan konyol kita...
Mereka sabar mengajari kita berbicara dan menemani kita bermain...
Serta mereka sama sekali tidak rela jika ada orang lain yg menyepelekan kita...
Semakin bertambah usia kita...
Kemudian kitapun dimasukkan ke sekolah terbaik... Lingkungan terbaik...
Lalu kita dibelikan buku, pensil, tas, sepatu, baju seragam dll...
Masya Alloh...
Mereka sangat rela, ikhlas bekerja keras untuk membahagiakan kita, agar kita bisa tumbuh dan hidup layak seperti teman-teman kita...
KETIKA KITA BESAR DAN DEWASA...
Waktu berjalan dengan cepat...
Tak terasa usia kita sudah menginjak dewasa dan sudah berkeluarga...
Namun hubungan kita dengan IBU BAPAK berubah drastis dalam segala hal...
Berubah jarak rumah, berubah jarak tempuh dan berubah JARAK HATI kita dengan mereka...
Kita jarang sekali menemui mereka...
Kita jarang menelpon IBU BAPAK kita walau hanya sekedar menanyakan tentang kabarnya...
Apalagi utk mengajak bercerita dan bercengkrama dengan mereka... "kita susah sekali"...
Tidak seperti mereka yang selalu sabar dan lembut pada saat mengajari kita berbicara diwaktu kecil...
Bahkan kalaupun kita bisa BERTEMU dengan IBU BAPAK, kita sering mengeluarkan kata-kata "Ahh" untuk membantah mereka... padahal itu sangat dilarang oleh Alloh...
Astagfirullohal A'dziim...
Kita jarang peduli dgn kebutuhan pokok keseharian mereka...
Kita jarang peduli dgn kebutuhan makanan dan pakaian mereka...
Bahkan seandainya memberi uang pun... itu sisa dari uang jajan anak kita...
Kita menganggap keberadaan ORANG TUA sendiri adalah BEBAN HIDUP keluarga kita...
Apalagi utk mendo'akan mereka... kita selalu lupa lupa dan lupa....
Padahal dulu sewaktu kita msh di dalam kandungan IBU... mereka sangat sering mendoakan kita...
Astagfirullohal A'dziim... Yaa Alloh.
Saudaraku,
Ternyata "Air susu kita dibalas dgn air tuba...!",
Itulah fakta sikap kita terhadap IBU BAPAK KANDUNG SENDIRI...
Kesabaran dan kasih sayangnya mereka kepada kita, kita balas dgn sikap CUEK dan tidak peduli..!!
Sesombong itukah hatimu kepada IBU BAPAK-MU yg telah berjasa atas keberadaanmu di dunia ini nak??
Astagfirullohal A'dziim...
Saudaraku,
Mari kita berdo'a,
BAGI ORANG TUANYA YG MASIH HIDUP...
Yaa Alloh yaa Robb...
Anugerahkan Rahmatmu kepada IBU BAPAK kami...
Muliakan sisa hidupnya yaa Alloh...
Bimbinglah mereka agar tetap berada dijalanMu sampai kedatangan ajalnya...
Yaa Alloh... Duhai Engkau dzat yg maha Penyayang...
Beri kami kesempatan utk membalas jasa-jasa IBU BAPAK kami...
Beri kami kemampuan utk membantu segala kebutuhan hidup IBU BAPAK kami...
Jadikan mereka sebagai LADANG ibadah kami yaa Alloh...
Jadikan jasa-jasa kebaikan mereka kepada kami, sebagai pahala kebaikan IBU BAPAK kami untuk bisa "Meniti Masuk ke SurgaMu Yaa Alloh...".
Takdirkan kematian dan akhir hayat IBU BAPAK kami HUSNUL KHOTIMAH.
Saudaraku,
BAGI ORANG TUANYA YG SUDAH MENINGGAL DUNIA...
Sekarang kita baru merasakan sedih berpisah dengan IBU BAPAK kita...
Mereka sudah tidak bisa mendo'akan kita lagi...
Tidak ada lagi bimbingan dan sapaan kasih sayangnya...
Sementara kitapun sudah tidak bisa berkunjung atau MUDIK untuk bertemu dengan mereka...
Atau bertemu hanya utk sekedar memberi oleh-oleh kpd mereka...
Mari kita berdoa:
Yaa Alloh... yaa Robb
Berilah ampunanMu kepada IBU BAPAK kami yang sdh berada di alam Barzah... Lapangkan kuburnya ya Alloh...
Berilah nikmat ketenangan kenyamanan di alam kubur sampai datangnya hari Kiamat...
Hiasi hari-hari penantiannya penuh dengan rahmatMu yaa Alloh...
Kumpulkanlah ruh IBU BAPAK kami bersama ruhnya para Sholihin, para Syuhada dan para hamba kekasihMu yaa Alloh...
Satukan ruh IBU BAPAK kami dengan hamba-hambaMu yang Engkau beri nikmat dan hamba-hambaMu yang telah Engkau "jamin masuk surga"...
Aamiin yaa Robbal Aa'lamiin
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.