Shamsi Ali: kebakaran di masjid Islamic Center of Victoria karena kebencian - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

Shamsi Ali: kebakaran di masjid Islamic Center of Victoria karena kebencian

Victoria – Kurang dari sehari setelah Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif menghentikan imigrasi Muslim, sebuah masjid di selatan Texas terbakar habis.

Islamic Center of Victoria yang menaungi sekitrar 100 Muslim lokal sekitar 125 mil dari Houston benar-benat patah hati dan pemimpinnya memandang pasrah ketika masjid mereka hancur terbakar.
victoria mosque

“Ini adalah rumah ibadah,” kata Presiden Islamic Center of Victoria, Shahid Hashmi, dalam sebuah wawancara dengan Advocat Victoria sambil berdiri di seberang jalan dari kebakaran tersebut, seperti dikutip laman usuncut.com (28/1).

“Mereka mengatakan itu adalah area terbatas untuk saat ini, untuk diselidiki. Jadi, kami hanya bisa berdoa di sini di trotoar ini.”

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Tom Legler, pemimpin pemadam kebakaran lokal, megatakan, penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui, namun ia masih menyelidiki dengan meminta keterangan dari masyarakat sekitar.

Kebakaran yang terjadi menimbulkan keanehan dan kecurigaan, mengingat Presiden Donald Trump baru saja menandatangani sebuah perintah eksekutif, Jum’at (27/1), untuk menghentikan semua proses perpindahan tempat tinggal pengungsi dan tanpa batas melarang imigrasi dari negara-negara mayoritas Muslim—Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman—dengan potensi lebih banyak negara yang masuk ke daftar ke depannya.

Shamsi Ali, imam di Islamic Center of New York, dalam pernyataan tertulisnya, menduga kebakaran di masjid Islamic Center of Victoria karena kebencian.

“Walaupun masih dalam proses pencarian pelaku, dan bukti kalau itu memang disengaja, perkiraan terbesar adalah memang karena hate (kebencian),” katanya (28/1).

Ali juga berharap agar kasus seperti ini tidak meluas ke seluruh bagian Amerika.

“Perjuangan akan tetap dilanjutkan,” katanya, “kita tidak lemah, tidak terintimidasi, tidak goncang dalam melanjutkan dakwah hingga Allah memberikan kemenangan kepada agama-Nya.”

Ini bukan kali pertama masjid ini ditargetkan oleh pengacau. Pekan lalu, masjid ini dibobol dan pada tahun 2013 seorang pria mengaku menyemprotkan cat untuk membuat tulisan “H8” (baca: hate) di pintu depan masjid.

Halaman GoFundMe telah diluncurkan oleh anggota komunitas Omar Rashid untuk membangun kembali masjid. Saat ini, sekitar 17 ribu dollar telah terkumpul dari 300 orang dalam waktu beberapa jam. Islamic Center Victoria membutuhkan 450 ribu dollar untuk membangun kembali masjid yang terbakar.

Reporter: Muja Adzim
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.