Akibat Memusuhi Ulama pewaris para nabi - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

Akibat Memusuhi Ulama pewaris para nabi

Al-ulama waratsatul anbiya (Ulama adalah pewaris para nabi). Dalam hadis riwayat Tirmidzi tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu alahi wasallam menegaskan tentang kedudukan seorang ulama. Islam telah menempatkan ulama pada posisi yang strategis, hal itu karena keilmuannya.

Imam al-Ajurri meriwayatkan dengan sanadnya dari Abud Darda Radhiallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alahi wasallam bersabda, Sungguh keutamaan seorang ahli ilmu di atas ahli ibadah adalah laksana keutamaan bulan purnama di atas seluruh bintang gemintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris nabi-nabi.
Akibat Memusuhi Ulama pewaris para nabi

Sedangkan, para nabi tidak mewariskan uang dinar ataupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Barang siapa yang mengambil ilmu itu, niscaya dia memperoleh jatah warisan yang sangat banyak. Ibnul Qayyim berkata, Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan ilmu bagi hati laksana air hujan bagi tanah. Sebagaimana tanah tidak akan hidup kecuali dengan curahan air hujan, demikian pula tidak ada kehidupan bagi hati kecuali dengan ilmu.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul A'la ash-Shan'ani, telah menceritakan kepada kami Salamah bin Raja, telah menceritakan kepada kami al-Walid bin Jamil, telah menceritakan kepada kami al-Qashim Abu Abdurrahman dari Abu Umamah al-Bahili ia berkata, Dua orang disebutkan di sisi Nabi Muhammad Shallallahu alahi wasallam, salah seorang adalah ahli ibadah dan yang lain seorang yang berilmu. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu alahi wasallam bersabda.

Keutamaan seorang alim dari seorang abid seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian. Nabi Muhammad Shallallahu alahi wasallam melanjutkan sabdanya, Sesung guhnya Allah, Malaikat-Nya, serta penduduk langit dan bumi, bahkan semut yang ada di dalam sarangnya, sampai ikan paus, akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. (HR Tirmidzi).

Maka itu, Hendaknya kamu semua memuliakan para ulama karena mereka itu adalah pewaris para Nabi. Barang siapa memuliakan mereka, berarti memuliakan Allah dan Rasul-Nya. (HR al-Khatib al-Baghdadi dari Jabir Radhiallahu anhu). Adapun jika sebaliknya, suatu keburukan bisa terjadi apabila ulama sudah ditinggalkan, dimusuhi, dicurigai, apalagi sampai dikriminalisasi.

Sebuah bencana yang besar apabila orang sudah tidak menghiraukan atau mendengar lagi dengan apa yang telah disampaikan oleh ulama.

Tiga hal yang akan menimpa manusia sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis. Yaitu, hilangnya keberkahan, diangkatnya penguasa yang zalim, dan meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman. Dan, memusuhi ulama berarti telah menyatakan perang terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alahi wasallam, Sesung guhnya Allah telah berfirman: 'Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada- Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai, seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Wallahu a'lam.

artikel republika.co.id
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.