Apa Penyebab Longsor di 50 Kota, simak penjelasan pakar geologi sumbar - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

Apa Penyebab Longsor di 50 Kota, simak penjelasan pakar geologi sumbar

Pakar geologi Sumatera Barat Ade Edward mengatakan pasca longsor yang melanda Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota kondisi tanah di kawasan itu masih labil.

Menurutnya, kondisi tebing di beberapa kawasan belum stabil sehingga berpotensi terjadinya longsor susulan apabila hujan deras terjadi di Kabupaten penghubung Provinsi Sumbar dengan Riau tersebut.
longsor di sumbar

"Lintasan jalan Koto Alam hingga Mangilang masih sangat rawan longsor susulan bila terjadi hujan lebat," kata Ade Edward pada KLIKPOSITIF.

Secara geologis, pelapukan bebatuan dan tanah di area longsoran tersebut cukup besar, dengan kondisi yang terjal membuat volume longsor lebih besar.

Ade menyebutkan pelapukan bebatuan dan tanah yang memicu longsor tersebut dilatarbelakangi dengan praktek pembukaan lahan di bebukitan.

"Secara umum karena ada kegiatan pembukaan lahan dan pemotongan tebing yang bisa saja oleh kegiatan pertambangan, pertanian, perkebunan atau pembangunan. Membuka lahan dan memotong tebing tentulah akan memotong pohon," jelas dia.

Pernyataan ahli geologi tersebut kemudian juga diperkuat dengan pantauan sejumlah wartawan dengan BNPB pada 7 Maret lalu. Berdasarkan pantauan udara, tampak di kawasan Koto Alam hingga Kapur IX, bagian area bebukitan gundul karena penebangan pohon.

Pada bagian yang gundul itu terdapat kayu-kayu berukuran besar berjejer di tanah. Jumlah bagian gundul tersebut mencapai puluhan.

Hal itu juga dibenarkan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno beberapa waktu lalu. Ia menyebut pemerintah provinsi bakal bertindak tegas jika penambangan galian C tersebut ilegal.

"Kalau memang tidak ada izin, kami akan tindak tegas langsung melibatkan pihak kepolisian," tukas Irwan.

Selain itu, hingga saat ini intensitas hujan di Kabupaten 50 Kota masih tinggi. Dengan kondisi demikian, Pemerintah Kabupaten memperpanjang masa tanggal darurat selama 7 hari kedepan terhitung dari Kamis 9 Maret kemarin.

Seperti diketahui, longsor di Kabupaten 50 Kota tersebut telah menelan 6 korban meninggal dunia. Longsor tersebut juga sempat membuat akses lintas dari Sumbar menuju Riau terputus selama 3 hari.

Selain itu pada waktu bersamaan, banjir setinggi hampir 6 meter juga merendam ribuan rumah di Kecamatan Pangkalan. Hingga saat ini pemerintah setempat belum merinci total kerugian akibat bencana tersebut.(*)

artikel klikpositif
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.