"Akhirnya Ditunjukkanlah Siapa Yang Butuh, Siapa Yang Datang Merunduk"" - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

"Akhirnya Ditunjukkanlah Siapa Yang Butuh, Siapa Yang Datang Merunduk""

BACA SAMPE TUNTAS !!

Terlepas dari kehebohan penyambutan Pemerintah RI, ada yang menarik perhatian publik : kehadiran ahok, sang gubernur TERDAKWA PENISTA AGAMA, yang di-endorse presiden jokowi untuk ikut dalam penyambutan Raja Salman di bandara, bahkan "bersalaman" dengan beliau.

Bukan tanpa alasan ahok diajak serta. Selain karena dia gubernur DKI yang secara protokoler dapat dilibatkan menerima tamu negara asing,  juga ada nilai strategis yang ingin dibidik jokowi dan ahok.

Mari kita lihat nilai strategisnya. Ahok yang berstatus terdakwa penista Al Qur'an dan sedang dimusuhi sebagian ummat Islam Indonesia itu butuh sekali moment untuk MENCITRAKAN dirinya seakan "baik-baik" saja dengan tokoh Islam.
ahok

Lihatlah betapa ahok, timses dan pendukung-pendukungnya selalu berusaha menampilkan foto ahok bersama perempuan berjilbab, dengan siapapun yang bisa diklaim sebagai "ustadz".
Nah, kini datang Raja Saudi. Ini moment super penting bagi ahok untuk bisa berfoto dengannya.

Jokowi pun memberikan kesempatan itu. Lagi-lagi Jokowi menunjukkan keberpihakannya pada ahok tanpa tedeng aling-aling, setelah sebelumnya mengajaknya naik mobil kepresidenan.

Maka, tersedialah PANGGUNG show bagi ahok : BERSALAMAN DENGAN RAJA SALMAN!
Ahok pun dengan bangga memamerkan moment tersebut di akun medsosnya.
Padahal, meski ahok mencium tangan atau menyembah kaki Raja Salman sekali pun, ummat Islam Indonesia tak akan berubah penilaiannya terhadap ahok.

Sebab sikap Raja Salman sendiri normatif saja, sebuah kelaziman silaturahmi, menghargai pihak tuan rumah, siapapun orang yang oleh protokoler penyambutan disilakan bersalaman, akan dilayani.
Bahkan seandaimya seorang office boy didandani dengan jas mahal dan sepatu branded lalu diajak serta menyambut, Raja Salman niscaya tak akan menolak uluran tangannya untuk bersalaman.
* * *

Tapi..., Bagi ummat Islam Indonesia moment ini punya arti khusus.

Ahok rela datang, menyambut Raja Salman, sang Raja Arab Saudi, tanpa mempedulikan kondisi psikologis para pendukungnya yang umumnya sangat anti Arab, selalu menyebut Arab dengan kata "onta", men-stigma Arab sebagai Wahabi, dll.

Ahok pun tak peduli pada kelompok syiah yang berdiri di barisan pendukung ahok. Padahal belum  lama beredar foto ahok bersama tokoh-tokoh syiah. hijau. Sementara, Arab Saudi sangat dikenal berseberangan dengan Syiah hijau. Jadi...?!

Bagi ahok, apapun akan dia lakukan DEMI KEPENTINGAN DIRINYA.
TAK PEDULI MESKI ITU HARUS MENYAKITI HATI PARA PENDUKUNGNYA, MENGABAIKAN PERASAAN ORANG-ORANG YANG SELAMA INI GIGIH MEMBELANYA.

Sama seperti ketika ahok dengan enteng meninggalkan temanahok yang sudah sesumbar mengumpulkan sejuta fotokopi KTP, kemudian melenggang maju lewat parpol, padahal para pendukungnya sudah berbusa-busa menjelek-jelekkan dan membully parpol.
* * *

Satu hal lagi, kedatangan ahok ikut menyambut dengan takzim Raja Salman, mengingatkan kita ketika Jokowi mendadak datang menembus hujan, kemudian bergabung duduk manis dijajaran jamaah sholat Jumat aksi 212 di Monas, mendengarkan khotbah Habib Rizieq Shihab, tokoh Islam yang selama ini sangat dihindarinya untuk ditemui.

Bahkan ketika Jokowi road show kesana kemari megunjungi kantor ormas-ormas Islam, mengundang makan para ulama ke istana, jokowi tak hendak mengundang Habib Rizieq Shihab dan Ustadz Bachtiar Nasir.

Tapi hari itu, jokowi seolah tak punya pilihan lain untuk bergabung, jika tak ingin makin kehilangan pamor di mata ummat Islam.

Kehadiran Jokowi ikut sholat Jumat di Monas telah membuat buzzer pendukung jokowi jadi kelimpungan membuat tulisan pembelaan.
Akhirnya, kehabisan bahan, payung biru pun dijadikan thema untuk diviralkan demi menyaingi gaung Aksi Super Damai 212.

Aksi ahok bersalaman dengan Raja Salman pun serupa tapi tak sama.
Selama ini Habib Rizieq Shihab yang dikonotasikan musuh utama ahok, yang keturunan Arab, telah menimbulkan kebencian akut di kalangan pendukung ahok kepada segala sesuatu yang berbau Arab.
Baju gamis/jubah yang biasa dipakai para habaib pun mereka  tertawakan, "daster", kata mereka.

Tapi, 1 Maret 2017, ahok justru datang menyambut, merunduk dan bersalaman dengan sang Raja Arab!!!

Coba bayangkan, bagaimana para buzzer ahok membuat tulisan pembelaan atas apa yang dilakukan junjungannya. Apalagi ahok sendiri yang pamer fotonya.

Dan hari ini, kita lihat mereka AMNESIA BERJAMAAH, berlomba-lomba membanggakan Raja Arab. Padahal kemarin para buzzer masih nyinyir level dewa soal Raja Salman dan Arab yang katanya nyaris bangkrut-lah, apa-lah.

Sekali lagi, bagi kita ummat Islam, aksi ahok adalah NOTHING! TAK AKAN MENGUBAH PERSEPSI & CITRA DIRI AHOK!

Namun justru menunjukkan pada kita, siapa yang pada akhirnya datang, siapa yang pada akhirnya merunduk, karena butuh.

Yang kemarin teriak-teriak "onta", tidakkah kalian lihat idola kalian menyambut dan bersalaman dengan "Raja onta"?!

Yang pemuja dan penganut syiah hijau pun terpaksa menelan ludah, meski nyesek, karena Raja negeri "wahabi" itu disalami ahok dan ahok bangga dengan itu.

Maka, akan kita lihat di medsos, lomba silat lidah demi membenarkan aksi junjungannya.

Salam dari Raja..!
Berjuang Tanpa Batas

republish from whatsapp group
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.