Princess Ameera, Putri Raja Salman yang Tidak Berhijab? - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

Princess Ameera, Putri Raja Salman yang Tidak Berhijab?

Banyak inbox dan pertanyaan yang masuk ke saya menanyakan seputar putri Raja Salman -Princess Ameera- yang tidak berhijab. Saya pikir itu bukan sesuatu yang serius untuk menjadi perhatian, karena sebetulnya mudah saja menjawabnya. Tetapi karena pengetahuan dan pemahaman setiap orang berbeda-beda, maka saya coba uraikan dengan lebih mudah;

1. Kerajaan Arab Saudi (KSA) termasuk salah satu negara yang menerapkan aturan islam secara ketat seperti misalnya dalam penegakan hukum-hukum islam, hukum had, syiar islam dan termasuk juga didalamnya aturan soal hijab. Oleh karenanya kita akan kesulitan melihat muslimah berlalu lalang tanpa mengenakan hijab di jalan-jalan atau di mall-mall seperti di negara lain, termasuk Indonesia.
Raja Salman

Jangankan soal pemakaian hijab dikalangan kerajaan, bahkan Raja Salman tidak memberikan ampunan kepada keponakannya sendiri yang terbukti di pengadilan melakukan pembunuhan sehingga keponakan raja tersebut harus mendapat qishas, yakni dipenggal lehernya di lapangan terbuka, sama seperti terhukum lainnya.

Raja Salman mengatakan, "Tidak ada perbedaan antara pangeran dan rakyat biasa dihadapan hukum. Semua diperlakukan sama."

http://europe.newsweek.com/who-executed-saudi-prince-saudi-arabia-death-penalty-511492?rm=eu

2. Princess Ameera bukan anak Raja Salman. Princess Ameera nama lengkapnya Princess Ameerah bint Aidan bin Nayef Al-Taweel Al-Otaibi. Bapaknya namanya Aidan bin Nayef Al Taweel. Princess Ameera bukan murni keturunan keluarga kerajaan al-Saud, tetapi istri salah satu pangeran kerajaan, al-Waleed bin Thalal. Princess Ameera telah bercerai dari al-Waleed bin Thalal, artinya ia bukan lagi bagian dari keluarga kerajaan.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ameera_al-Taweel

Sehingga tuduhan Princess Ameera sebagai anak Raja Salman adalah fitnah keji yang tidak ada tujuan lain selain untuk menjatuhkan marwah dan martabat Kerajaan Arab Saudi.

3. Raja Salman menikah tiga kali dan dikaruniai 13 anak, 12 laki-laki dan 1 perempuan dengan rincian sebagai berikut;

a. Istri pertama Sultanah bint Turki Al Sudairi, memiliki enam putra. Keenamnya adalah Pangeran Fahd, Pangeran Ahmed, Pangeran Sultan, Pangeran Abdulaziz, Pangeran Faisal dan Putri Hussa.

b. Istri kedua Sarah bint Faisal Al Subai’ai, Raja Salman dikaruniai satu putra yaitu Pangeran Saud.

c. Istri ketiga Falah bin Sultan Al Hithalayn, Raja Salman kembali dianugerahi enam anak yang semuanya lelaki yaitu, Pangeran Mohammed, Pangeran Turki, Pangeran Khalid, Pangeran Nayif, Pangeran Bandar dan Pangeran Rakan.

http://m.okezone.com/read/2017/02/28/18/1630019/raja-salman-mengenal-tiga-istri-raja-salman-yang-lahirkan-13-anak

Semua anak Raja Salman laki-laki, dan hanya satu yang perempuan yakni Putri Hussa. Saya kesulitan mencari informasi dan sumber tentang putri yang satu ini, dimana kita tahu publisitas keluarga kerajaan Arab Saudi sangat tertutup dan jauh dari sorotan media, apalagi seorang putri kerajaan. Informasi yang beredar tentangnya baik di media lokal maupun internasional tidak cukup valid.

4. Sebagai seorang muslim, standar kebenaran itu ada pada Al Qur'an dan hadist Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan pada budaya satu bangsa atau seorang tokoh ulama, raja, apalagi seorang putri kerajaan. Allah mewajibkan setiap muslimah mengenakan hijab, maka kita wajib mengimaninya. Siapa saja yang melanggar larangan Allah, dia berdosa. Tidak peduli ia rakyat biasa atau seorang putri raja, syariat tersebut berlaku sama.

5. Sejauh pengamatan saya, pola fitnah seperti ini biasa dilakukan oleh kelompok syiah dalam rangka menjatuhkan martabat Saudi dihadapan kaum muslimin. Pola-pola seperti ini sering diulang oleh mereka seperti pada kasus sebelum ini misalnya seperti pada artikel;

http://www.masjumat.com/2016/04/02/7-fitnah-syiah-kepada-arab-saudi/

Yang itu nanti akan hilang dengan sendirinya tanpa ada tanggung jawab dari mereka.
**

Pun begitu, KSA bukan negeri di zaman kenabian atau di zaman khalifah rasyidah yang maksum. Adalah satu sikap yang tidak adil jika menghendaki KSA seperti negara pada saat nabi dan para sahabat masih hidup, dimana negeri penuh berkah, minim kedzoliman dan kemaksiatan. KSA adalah negara modern yang tegak dan berdiri di abad ke-20 yang tentu masih banyak kekurangan di sana sini. Tetapi jika dibanding negeri lain, adakah negeri yang penegakan syariat islamnya lebih baik melebihi Arab Saudi?

republish from ustadz hawasy lc
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.