Kisah Susi Gagalkan Masuknya 1000 Kapal tangkap ikan asal China - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

Kisah Susi Gagalkan Masuknya 1000 Kapal tangkap ikan asal China

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengungkapkan pihaknya pernah menggagalkan datangnya 1.000 kapal tangkap ikan asal China.

Dari 1.000 kapal tersebut, satu kapal memiliki jaring tangkap ikan sepanjang 399 Kilometer (KM).

"Bayangkan, jika 1.000 kapal super purse seine rata-ratanya mulai dari 800 sampai 1.000 GT lebih dengan jaringnya yang mungkin seperti Viking, ngeri. Jakarta Semarang satu kapal, nyamuk pun akan terangkat semua sama dia," kata Susi di rumah dinasnya kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Menurut Susi, serbuan kapal-kapal tersebut sama sekali tidak memberi manfaat bagi kelangsungan sumber daya perikanan yang ada di perairan Tanah Air.

"Apa keuntungannya untuk memiliki super purse seine di sini? Hanya menghabiskan sumber daya kita," ucap Susi.
menteri kelautan susi

FOTO: Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meninjau daerah pesisir Kolaka yang terkena dampak sedimentasi lumpur merah dalam kunjungan ke Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (20/3/2017). KOMPAS.com/Suparman Sultan

Susi mengkhawatirkan, jika kapal-kapal asal China tersebut datang ke Indonesia, kelangsungan perikanan Indonesia nantinya hanya tinggal kenangan dan tidak ada lagi yang ikan yang bisa dimanfaatkan bagi generasi penerus.

"Bukan itu yang ingin kita tuju, kita ingin perikanan kita tumbuh tetapi berkelanjutan," papar Susi.

Dengan aksinya tersebut, Susi pernah "diserang" sejumlah anggota DPR yang kala itu mendukung rencana China berinvestasi dengan mendatangkan kapal-kapal dengan jaring sepanjang 399 Km tersebut.

"Ada banyak orang yang tidak suka, contohnya anggota dewan, dia dulu di dalam sidang DPR menyalahkan saya karena menggagalkan kerjasama Superpurse seine yang akan datang 1.000 biji dari China," ucap Susi.

Penulis: Iwan Supriyatna

Editor: Bambang Priyo Jatmiko
Copyright Kompas.com
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.