"ANTARA PEMIKIRAN dan PERASAAN" - INDONISY

Berbagi informasi yang bermanfaat.

"ANTARA PEMIKIRAN dan PERASAAN"

Bosen bahas panglima dan segala pendapat yang timbul akibat senjata ilegal.

Banyak yang hujat dan banyak yang memuja.

Yang memuja gak sadar juga kalau panglima itu masih dibawah presiden. Apapun kata panglima pastinya sudah di ketahui presiden. Panglima gak akan bicara tanpa ada diskusi dengan presiden. Sehebat apapun panglima,beliau masih berada di tangan presiden.

Ketika presiden melambaikan tangan terbuka pada dirinya, maka panglima tau bahwa presiden memberikan izin. Bila presiden kepalkan tangan pada panglima, maka panglima sadar bahwa presiden tidak menginginkan dan tidak senang pada dirinya. Panglima harus sadar diri dimana kaki dia berpijak.
"ANTARA PEMIKIRAN dan PERASAAN"

Pembenci panglima juga gak sadar diri, panglima dan presiden adalah sosok yang sangat dekat. Sudah berapa kali panglima berucap siap diganti dan siap dipecat jika salah dalam bertugas. Tapi presiden tidak juga mengganti panglima, panglima juga pernah protes pada DPR bahwa wewenang dia di TNI dibatasi karena adanya Menhan dan Menkopolhukam. Panglima ibarat jabatan yang tidak mempunyai kuasa apa2 pada TNI. Tapi curhatan panglima ini gak membuat panglima di musuhi oleh orang istana.

Panglima itu masih misteri saat ini. Selagi dia masih aktif berdinas, bagusnya jangan terlalu memuja beliau.

Rakyat kita masih seperti rakyat 2014 silam ternyata. Dimana simpatik sangat mudah terbentuk dan akhirnya meng-idolai seseorang karena perihal yang berlaku pada dirinya. Selagi rakyat masih lebih memakai perasaan dalam berpikir, maka ada kemungkinan Jokowi akan terpilih lagi. Karena Jokowi dan team-nya sangat hebat memainkan perasaan rakyat.

Hari ini rakyat kecewa dan marah, esok bisa lain cerita ketika paket sembako dan sebuah drama sedih mulai di lempar ke masyarakat. Selagi orang2 seperti Norman Kamaru akan cepat tenar, maka disitulah sasaran rakyat yang akan di petakan oleh mereka.

Memikir dengan perasaan itu beda artinya berpikir dengan otak. Cerdaslah...copas dri fb #IwanBalau#

Jangan2an yang membuat pemikiran seperti ini yang berbahaya karena saat kebaikan pun dipolitisi. Dibuat argumen menurut akalnya bukan fakta
0 Komentar

* Berkomentar sesuai dengan Artikel.
* Dilarang Sp@m di sini.
* Terima kasih.